

Organisasi yang keberadaannya baru diakui secara resmi oleh negara setelah tiga tahun berdiri ini memiliki visi agar individu SA bisa hidup menyatu dengan masyarakat, seperti orang pada umumnya. Sebagai satu-satunya asosiasi di Myanmar yang fokus membantu pengembangan individu SA, Myanmar Autism Association (MAA) menjadi wadah untuk mengumpulkan suara dari semua orang yang peduli akan autisme.
Anggota MAA terdiri atas individu SA, orang tua dari individu SA, pengasuh, serta semua orang yang memiliki kepedulian terhadap autisme. Mereka berkolaborasi untuk membantu mengurangi beban sosial yang ditanggung oleh individu SA hingga seminimal mungkin. Selain itu, mereka juga mencarikan kesempatan agar individu SA bisa hidup nyaman di tengah masyarakat. Bertujuan membantu individu SA hidup mandiri, MAA mendesain program intervensi yang sesuai, pendidikan khusus, juga kegiatan untuk meningkatkan awareness publik.
Di masa mendatang MAA ingin membuat youth centre untuk pemuda SA, dana amanah untuk ABK, membangun rumah autisme, juga lebih menyebarluaskan hasil survei dan penelitian tentang SA, serta bekerja sama dengan pemerintah untuk mengawasi sekolah-sekolah bagi ABK.
