Yuk, Perlakukan Remaja SA Sesuai Usia

Updated: May 6, 2020


Memasuki masa remaja, anak SA mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya, termasuk hormon yang sedang bergejolak, sehingga dia mungkin merasa tidak nyaman dengan dirinya dan sering uring-uringan. Namun, karena perkembangan mentalnya tidak secepat anak lain, maka tak mengherankan jika banyak orang tua yang masih memperlakukan remaja SA mereka seperti anak-anak. Misalnya, memangku dan menguyel-uyel.



Di ruang publik ataupun di ruang privat, perilaku orang tua perlu disesuaikan seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi pada remaja SA. Ada 5 hal yang bisa Anda terapkan, yaitu:


1. Beri tambahan tanggung jawab

Kalau dia sudah diberi tugas-tugas sederhana sejak masih anak-anak, ini saatnya Anda melimpahkan tanggung jawab lebih banyak. Misalnya, dulu dia mampu cuci piring dan merapikan tempat tidurnya sendiri. Sekarang dia bisa diminta untuk bantu memasak, merapikan meja makan, mengelap meja belajar, atau menyapu.


2. Pilihkan pakaian yang sesuai

Meski dia mungkin tak keberatan, jangan lagi membelikan pakaian dan perlengkapan lain, seperti tas dan alat tulis, yang bergambar kartun anak-anak. Selain membantunya terhindar dari ejekan teman-temannya, dia memang perlu tampil sesuai usia.


3. Latih dia tidur sendiri

Ketika memasuki usia pra remaja, ’pelatihan’ untuk tidur terpisah dari orang tua sebaiknya sudah dimulai. Sehingga, saat memasuki masa remaja, dia sudah bisa dan mau tidur sendiri. Untuk mendukung proses latihan, ciptakan suasana kamar tidur yang menyenangkan dan nyaman. Perhatikan juga hipersensitivitas yang ia miliki. Misalnya, kalau dia sangat sensitif terhadap cahaya, pilihkan lampu yang tidak terlalu terang.


4. Kurangi memeluk di ruang publik

Remaja pada umumnya menolak kalau dipeluk atau diciumi orang tuanya di depan umum. Alasannya: malu. Karena remaja SA biasanya pasrah saja ketika diciumi orang tuanya, Andalah yang perlu membatasi diri untuk tidak sering-sering melakukan hal tersebut. Dengan begitu, diharapkan remaja SA Anda akan terbiasa untuk tidak menyentuh dan disentuh oleh orang lain yang bukan anggota keluarga.


5. Bicara dengan nada rendah

Sama seperti remaja lain, suasana hati remaja SA bisa berubah dengan begitu cepat dan cenderung jadi negatif, sehingga dia bisa terdorong untuk menunjukkan perilaku agresif. Karena itu, kalau mereka sedang nakal atau sulit diatur, hindari bentakan atau kata-kata dengan nada tinggi. Ketika Anda bicara dengan lembut dan sabar, suasana hatinya akan membaik kembali, kok.



Foto: Pixabay

Recent Posts

See All