Suara Nikki Reed Untuk Autisme



Kepedulian tentang autisme meluas. Orang yang awalnya ragu membuka kisah tentang anggota keluarganya yang tergolong SA kini mau bercerita dengan gamblang. Begitu juga sejumlah pesohor Hollywood yang merasa terkait dengan dunia autisme, termasuk Nikki Reed, yang 5 tahun lalu mengungkap bahwa ia memiliki adik laki-laki SA.


Bintang dari film Twilight ini menyebutkan bahwa adiknya sangat high functioning dalam berbagai aspek, sehingga tidak terlihat seperti anak SA. Didiagnosis SA ketika berusia 2 tahun, adiknya tidak seperti rata-rata anak SA yang non-verbal, yang mengalami kesulitan berkomunikasi, Ia bisa mengobrol dengan lancar, sangat cerdas, dan punya ingatan yang bagus. Nikki juga menggambarkan adiknya sebagai orang yang sangat jujur, sensitif, menyenangkan, dan tak ragu menyampaikan pendapat.


Yang menarik, adiknya pun mampu menemukan passion dalam hidupnya, yaitu berlari. Menurut Nikki, ia bisa berlari sekitar hampir 20 km dalam satu hari, lebih jauh daripada anggota keluarganya yang lain. “Keren banget! Kami sangat bangga karena dia bisa menemukan kegiatan yang benar-benar ia sukai. Saya pribadi senang sekali karena dia memiliki sesuatu yang membuatnya merasa kuat dan percaya diri.”


Karena merasa dekat dengan dunia autisme, Nikki menyuarakan kepeduliannya terhadap autisme lewat berbagai hal. Misalnya, ia menjadi juru bicara untuk acara Lindt Gold Bunny Celebrity Auction. Keuntungan dari lelang cokelat ini diberikan sepenuhnya untuk organisasi Autism Speaks. Ia juga kerap diajak untuk berdiskusi tentang autisme. Hebatnya, setiap kali berbicara soal gangguan tersebut, ia selalu menggunakan kalimat-kalimat yang positif, sehingga mampu membuka pikiran banyak orang.


Mewakili adiknya, Nikki mengungkapkan bahwa adiknya berharap publik mau mengenalnya sebagai seorang pribadi, bukan sebagai individu yang dilabeli dengan SA. “Salah satu cara mencegah labeling adalah dengan meningkatkan awareness publik. Karena itu, saya ingin meleyapkan stereotype yang melekat pada autisme. Kita harus memperlakukan setiap orang sebagai individu dan belajar untuk tidak mengeneralisasi autisme. Selama ini orang membuat asumsi sendiri tentang autisme. Masalahnya, spektrum autisme sangat luas dan setiap individu SA berada dalam kondisi yang berbeda. Itulah mengapa saya ingin menegaskan pentingnya memperlakukan setiap orang sebagai individu. Ini tujuan utama saya,” tegas Nikki.


Di samping itu, Nikki juga berada di balik produksi film pendek berjudul Think Normal. Film yang juga ia sutradarai itu berkisah tentang Jason McElwain, seorang individu SA. Nama pemain basket asal New York yang juga high functioning seperti adiknya itu dikenal luas karena mencetak skor hingga 20 poin saat final pertandingan bola basket di sekolahnya pada 2006. Tak tayang di bioskop, film ini bisa ditonton secara online.


Nikki menjelaskan bahwa sebetulnya proyek film pendek ini adalah proyek yang egois, karena ia mengerjakannya karena alasan pribadi. Sudah bisa diduga, film ini terinspirasi dari keinginan Nikki untuk lebih dekat dengan adiknya, sekaligus meningkatkan awareness.


“Saya berharap, setelah nonton film ini, publik bisa lebih memahami autisme dari sudut pandang lain. Film ini fokus tentang laki-laki muda yang berusaha mencapai mimpi dan tentang seorang ibu yang berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi putranya. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang sehari-hari hidup dengan individu SA,” kata Nikki.



Foto: Imdb.com

Recent Posts

See All