Storybook: Autism Is…? (1)

Menjelaskan sesuatu yang konkret kepada anak SA terkadang bisa menjadi hal yang menantang, apalagi menerangkan hal yang tidak konkret. Inilah mengapa Ymkje Widerman-van der Laan menulis serial Autism Is…?. Sang penulis sendiri memiliki dan mengasuh seorang cucu laki-laki bernama Logan yang mengalami gangguan SA. Saat masih batita Logan menunjukkan tanda-tanda autisme dan pada usia 3 tahun ia didiagnosis SA. Logan memiliki begitu banyak pertanyaan di kepalanya tentang berbagai hal seputar kehidupannya. Inilah yang melatari Ymkje yang memang seorang penulis dan editor untuk menerbitkan serial tersebut.





Autism Is…?

Secara tak sengaja Logan mendengar neneknya bercerita kepada teman-temannya bahwa Logan mengalami gangguan autisme. Logan tak mengerti apa yang dimaksud oleh neneknya dengan autisme, sehingga ia kemudian bertanya-tanya. Saat itulah sang nenek menjelaskan seputar autisme dengan jawaban yang mudah dimengerti. Di buku ini dijelaskan juga bahwa satu individu SA dengan satu individu SA yang lain benar-benar unik. Tak ada individu SA yang sama.


Mungkin Anda belum pernah menjelaskan soal autisme kepada anak karena bingung mencari cara terbaik. Buku bergambar ini sangat membantu Logan memahami kondisinya. Kebingungan dan rasa ingin tahunya teratasi oleh jawaban neneknya. Siapa tahu anak Anda pun bisa belajar autisme dari buku tersebut.


Feelings Are…?

Suatu hari nenek Logan menerima berita buruk sehingga ia kemudian menangis. Logan yang mendapatinya sedang mengusap air mata mengatakan, “Nek, ada air di pipi Nenek. Bocor, ya!” Ymkie menyadari bahwa sering kali anak SA kesulitan memahami perasaan orang lain. Lewat buku ini, ia lalu mengajari soal perasaan dengan huruf alfabet. Logan senang sekali belajar perasaan dengan ABC dan punya huruf favorit, yaitu Y untuk yearning (rindu). Tak hanya menulisnya, Ymkje juga rajin mengadakan review soal pengenalan perasaan ini bersama Logan.


Friends Are…?

Usai jam sekolah berakhir, Logan mengikuti program yang fokus pada social skill. Namun, menerapkan apa yang ia pelajari di sana tak semudah itu bagi Logan. Ia kesulitan belajar tentang berbagi. Suatu ketika, setelah mengalami kejadian kurang menyenangkan dengan temannya, Logan meminta neneknya menulis buku lagi tentang cara menjalin pertemanan. Secara spesifik dia juga meminta agar buku itu diberi judul Friends Are…?.


Buku cerita ini tidak dimaksudkan sebagai panduan praktis bagi anak SA, tapi ada berbagai hal yang akan bisa membantu mereka meningkatkan kemampuan sosial. Di buku ini terdapat aturan umum pertemanan yang bermanfaat bagi Logan. Di bagian belakang buku pun terdapat Word List dan Fantastic Friendship Rules Checklist yang bisa Anda maksimalkan untuk mengajarkan anak tentang keterampilan sosial yang diperlukan untuk mengembangkan pertemanan yang baik.


Recent Posts

See All