Pilah Pilih Olahraga Yang Tepat

Olahraga punya banyak manfaat bagi anak SA. Selain meningkatkan imunitas (sebagian besar anak SA sering sakit), olahraga juga meningkatkan keterampilan motorik dan memperkuat fisik. Bagi anak yang bisa berkolaborasi dalam tim, olahraga juga akan menambah social skill. Jika Anda sedang mencarikan jenis olahraga yang tepat untuk anak, 5 pilihan olahraga ini mungkin bisa Anda pertimbangkan sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan anak.



1. Berenang

Tidak semua anak punya otot yang kuat pada bagian tangan, sehingga mereka tidak menguasai keterampilan bermain bola yang cukup baik. Karena itu, berenang bisa menjadi opsi, karena tidak memerlukan bola atau peralatan khusus apa pun. Ditambah lagi, anak-anak umumnya betah bermain dengan air. Saat berenang, anak belajar untuk mengoordinasikan semua anggota tubuh sekaligus mengatur nafasnya.


Agar gerakannya benar, anak bisa didaftarkan ke klub renang yang punya pelatih andal dan sabar menghadapi anak berkebutuhan khusus. Setelah itu, anak bisa ikut lomba, baik individual maupun kelompok, karena kompetisi berenang dalam tim tidak terlalu memerlukan kemampuan komunikasi.


2. Lari

Sebagian anak SA senang berlari ketika merasa kesal atau merasa overwhelmed dengan stimuli berlebihan. Yang berbahaya adalah jika ia berlari tanpa peduli apa yang ada di sekitarnya, misalnya sampai menabrak sesuatu atau berlari keluar pagar dan ke jalanan. Dengan arahan yang benar, untuk menyalurkan energinya Anda bisa mengajaknya berlari.

Lari bisa dibilang olahraga yang silent. Tanpa perlu komunikasi dengan siapa pun, anak SA bisa melakukan olahraga ini dengan baik. Anak juga tetap bisa mengikuti kompetisi lari atau atletik lain, meski dalam grup, karena tidak memerlukan banyak komunikasi verbal.


3. Bela diri

Bagi anak yang sangat aktif, olahraga ini bisa menjadi alternatif. Sebab, bela diri memadukan banyak unsur gerakan, seperti gerakan memukul, menendang, dan menangkis. Olahraga ini juga tidak memerlukan kerja sama tim. Hanya saja, Anda perlu mengingatkan bahwa seperti namanya, bela diri ini adalah untuk membela diri, bukan untuk menyerang teman atau siapa pun. Biasanya, sih, pelatih akan menanamkan hal tersebut sejak awal pelatihan. Anda hanya perlu mengulangnya terus-menerus. Bagi anak SA, selain membangun physical skill, olahraga bela diri juga akan meningkatkan rasa percaya dirinya.


4. Yoga

Banyak anak SA yang mudah sekali mengalami kecemasan berlebihan. Hal ini bisa dikurangi dengan latihan yoga yang mengandalkan pengaturan napas. Yoga akan membantu meningkatkan kekuatan fisik, keseimbangan dan koordinasi tubuh, dan konsentrasi. Di saat yang bersamaan, yoga juga mampu mengurangi sifat obsesif dan agresif yang kerap ditunjukkan oleh anak SA.


Mungkin pada awalnya anak akan kesulitan ketika mencoba yoga, apalagi anak yang sangat aktif. Karena itu, akan lebih baik jika Anda ikut beryoga bersama anak. Jika sifat agresif dan mudah cemasnya berkurang, secara otomatis kondisi kesehatan anak juga akan meningkat. Selain mendapatkan tidur yang berkualitas dan pencernaan yang sehat, perilaku dan suasana hatinya pun akan menjadi lebih baik.


5. Bersepeda

Bagi anak SA belajar main sepeda bisa menjadi proses yang cukup menantang. Soalnya, mereka harus mampu memperoleh dan menjaga keseimbangan tubuh. Dan, rata-rata anak SA memiliki gangguan dalam hal keseimbangan. Tapi, begitu mampu menguasai keseimbangan, bersepeda merupakan olahraga yang menyenangkan, karena bisa dilakukan sendirian saja atau bareng dengan anggota keluarga lain untuk memperkuat bonding. Ditambah lagi, bersepeda baik untuk melatih koordinasi tubuh.


Seandainya anak kesulitan menyeimbangkan tubuh, Anda bisa menambahkan 2 roda lagi. Yang penting, ia bisa menikmati kegiatan bersepeda tanpa takut jatuh.



Foto: Freepik

Recent Posts

See All