Pertama Kali Traveling Dengan Mobil Pribadi

Cukup banyak pertimbangan kenapa sejumlah keluarga dengan anak SA memilih untuk menunda acara liburan sampai anak lebih besar. Alasannya, takut ribet. Bagaimana kalau anak tiba-tiba tantrum ketika di perjalanan atau di tempat tujuan, bagaimana kalau mendadak minta pulang, bagaimana kalau dia sakit, dan berbagai “bagaimana” lainnya. Tapi, akan sampai kapankah keluarga Anda akan menunda liburan? Jangan lupa, liburan – meski hanya dekat, singkat, dan murah – diperlukan demi kesehatan mental.



Dengan persiapan yang tepat, anak SA juga bisa, kok, diajak jalan-jalan ke luar kota. Jika ini adalah kali pertama Anda ingin traveling bareng anak ke luar kota, 5 tip berikut ini bisa Anda praktikkan:


1. Buat social story

Social story sudah terbukti ampuh untuk menjelaskan suatu informasi kepada anak SA. Karena itu, Anda juga bisa menggunakan metode ini untuk menjelaskan soal liburan. Buatlah social story beberapa minggu sebelum rencana traveling. Bacakan atau mintalah ia membaca social story itu beberapa kali hingga benar-benar mengerti tentang liburan yang akan dijalani, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama liburan.


2. Rencanakan trip pendek

Karena baru pertama kali, sebaiknya rencanakan liburan yang pendek saja dahulu, misalnya, satu hingga dua hari. Anak SA memerlukan banyak waktu untuk beradaptasi di tempat baru. Kalau Anda langsung merencanakan trip seminggu, jangan-jangan anak tidak betah dan kemudian terus-menerus minta pulang.


Selain itu, pilih tujuan dengan jarak tempuh tidak terlalu jauh, sehingga anak tidak terlalu lama duduk diam di mobil. Jika bosan, sepanjang jalan ia bisa uring-uringan dan marah-marah, sehingga mood liburan jadi berantakan. Seandainya tinggal di Jakarta, Anda bisa memilih Bogor atau Sukabumi. Atau, jika Anda tinggal di Surabaya, pilihannya bisa ke Malang dan Batu.


3. Siapkan barang-barang favorit anak

Ini merupakan amunisi andalan untuk meredakan bete karena merasa terlalu lama di perjalanan. Misalnya, permainan puzzle, origami, atau perlengkapan gambar dan mewarnai. Anda juga bisa menyimpan film favoritnya di gadget


Selain itu, karena ini merupakan liburan keluarga, Anda bisa merancang kegiatan seru yang melibatkan semua anggota keluarga dengan mempertimbangkan apa yang disukai dan tidak disukai anak SA. Contohnya, kalau anak senang menyanyi, buatlah acara karaoke di mobil.


4. Break kapan pun diperlukan

Kemacetan yang tidak diduga mungkin saja membuat perjalanan Anda jadi lebih lama daripada perkiraan. Itu berarti anak harus duduk lebih lama sehingga lebih pegal. Karena itu, Anda perlu lebih sensitif dalam melihat kebutuhan anak untuk break sesaat. Tak ada salahnya mampir ke rest area untuk sekadar meluruskan kaki atau menghirup udara luar.


Break sesaat ini juga diperlukan ketika Anda tiba di tempat tujuan. Saking senangnya, Anda dan anggota keluarga yang lain asyik jalan-jalan, keluar masuk wahana, mampir ke beberapa tempat. Padahal, anak Anda yang tergolong SA sudah kelelahan. Perlu diingat, rasa lelah dan rasa lapar bisa memicu tantrum. Untuk menghindari hal itu, setiap beberapa jam curilah waktu untuk istirahat, entah hanya duduk-duduk di taman atau masuk kafe dan ngemil.


5. Ikuti keinginannya

Saat merencanakan perjalanan, karena ini adalah acara liburan pertama sang anak SA, tak ada salahnya jika mayoritas tempat dan kegiatan ditujukan untuk menyenangkan hatinya. Dengan begitu, dia tidak kapok akan kegiatan liburan dan tidak menolak jika diajak liburan lagi. 


Jika anak menyukai kegiatan di luar ruang, Anda bisa mengajaknya jalan-jalan ke kebun binatang atau taman bunga, memboncengnya naik sepeda keliling taman. Atau, kalau dia sudah mahir bersepeda, sewakan sepeda anak-anak untuknya. Kalau anak senang berenang, ajak berenang di hotel sampai dia puas, tapi jangan sampai masuk angin, ya. 



Foto: Pexels

Recent Posts

See All