Kenapa Hewan Peliharaan Baik Bagi Anak SA?



Banyak literatur yang menyarankan agar anak SA memiliki binatang peliharaan. Tentu

pemilihan jenis hewan dan ukurannya disesuaikan dengan usia anak, tingkat kemampuan anak, dan kesiapan anggota keluarga yang lain. Tak harus hewan yang ‘standar’ seperti anjing atau kucing, bisa juga iguana atau hamster. Apapun yang dipilih secara sepakat, hewan peliharaan punya manfaat bagi anak SA. Ini 5 di antaranya:


1. Selalu punya teman main

Hewan peliharaan nyaris tak pernah menolak diajak bermain, kecuali ketika super ngantuk atau sedang tidak sehat. Karena itu, mereka selalu bisa menjadi teman bermain bagi anak. Kalau peliharaannya berupa ikan, sih, tidak bisa diajak bermain, ya. Paling tidak, anak bisa menikmati gerak-geriknya yang berulang. Tapi, hewan seperti anjing dan kucing akan selalu senang diajak diajak bermain.


2. Beri tanggung jawab lebih

Konsekuensi punya hewan peliharaan adalah merawat dengan baik agar dia hidup dengan happy. Cara paling mendasar adalah memberi makan dan minum, memandikan dan membersihkan kandang. Semua perlu dilakukan dengan teratur.


Nah, ini salah satu tanggung jawab yang bisa diberikan kepada anak, tergantung pada usianya. Kalau anak masih kecil, semisal 5 tahun, ia bisa ditugaskan untuk memberi makan ikan, hamster, dan kelinci. Sementara itu, anak yang lebih besar dapat membantu bersihkan kandang dan memandikan. Karena anak SA umumnya menyukai jadwal dan keteraturan, susunlah jadwal pemberian makan dan minum tersebut, lengkap dengan takarannya.


3. Belajar kasih sayang pada makhluk lain

Anak perlu memahami bahwa yang membutuhkan kasih sayang bukan hanya manusia, tetapi juga hewan. Karena itu, ajarkan padanya untuk menyayangi hewan peliharaan sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Contohnya, agar hewan tidak stres, ia juga perlu dikeluarkan dari kandang dan diajak bermain. Tunjukkan cara bermain yang tidak menyakiti hewan dan sebaliknya tidak membuat anak terluka karena tercakar atau tergigit.


Selain itu, jika sering menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan, maka anak akan belajar mengamati perasaan si hewan, apakah sedang sedih, marah, atau senang.


4. Melatih perilaku yang halus

Sama seperti terhadap orang lain, anak pun akan berlatih cara memperlakukan hewan dengan baik agar tidak digigit atau dicakar. Misalnya, tidak menendang dan memukul, tidak menarik-narik ekor, tidak melempar dengan batu, dan tidak menduduki. Mereka akan belajar, ketika ia bersikap baik kepada peliharaannya, hewan itu juga akan bersikap baik dan penurut.


5. Belajar tak takut binatang

Dengan begitu banyak jenis binatang yang mungkin ditemui sehari-hari, dan bentuk serta ukuran yang sangat bervariasi, anak bisa jadi takut ketika dihampiri kupu-kupu yang lucu. Dia takut karena tidak tahu bahwa hewan tersebut tak menggigit atau menyakiti dengan cara lain. Ketika seorang anak SA terbiasa hidup dengan hewan peliharaan, ia akan belajar bahwa hewan adalah sesama makhluk hidup yang harus disayangi, tak boleh diganggu atau dinakali, dan tak perlu ditakuti.



Foto: Freepik

Recent Posts

See All