Bisakah Aksi Bullying Dicegah?

Updated: May 6, 2020



Q:

Anak saya bersekolah di sekolah swasta yang punya program khusus untuk anak spesial. Dengan begitu, sebagian besar anak di sekolah tersebut sudah terbiasa berteman dengan anak dengan kebutuhan khusus, seperti anak saya. Tapi, di antara mereka, masih ada saja anak yang mem-bully anak saya, meski sudah ditegur oleh gurunya. Ada saja yang dilakukan, misalnya menyembunyikan sepatu, meledek, atau menjambak. Bisa nggak, ya, aksi bullying seperti itu dicegah?


A:

Bullying memang bisa berdampak sangat buruk pada anak, tak terkecuali pada anak SA. Saat ini aksi bullying sudah banyak mendapat banyak perhatian dari sejumlah pihak, termasuk sekolah, pemerintah, dan LSM. Namun, yang lebih penting bagi Anda adalah menyiapkan anak saat menghadapi bullying. Sebab, bisa jadi tindakan bullying, seperti menyembunyikan sepatu, dianggap hanya iseng, bukan sesuatu yang serius. Padahal, kejadian tersebut sudah berulang kali.


Karena itu, Anda perlu mempersiapkan anak untuk membentengi diri sendiri. Misalnya, ajarkan dia untuk berani mengadu kepada guru kelas soal perilaku bully yang dia alami. Atau, ketika mulai didekati oleh teman yang kerap melakukan bully, ajari dia untuk mencari teman atau guru yang bisa membantu.


Selain itu, Anda bisa mendatangi pihak sekolah dan berbicara kepada guru kelas, kepala sekolah, dan guru bimbingan konseling. Tanyakan kebijakan sekolah soal bullying. Karena merupakan sekolah inklusif dan menyiapkan program pendidikan khusus untuk anak SA, seharusnya mereka juga sudah membicarakan berbagai hal, termasuk cara mengatasi bullying. Sampaikan keberatan Anda jika sekolah belum memberi konsekuensi pada pelaku bully, mengingat efeknya bisa sangat panjang pada anak Anda.


Di sisi lain, banyak anak yang sayang pada anak SA. Jika anak mempunyai teman dekat yang selalu membantu dan mendampingi dia, libatkan mereka. Mintalah mereka untuk bantu menjaga anak Anda, jika ’diserang’ oleh teman lain.



Foto: Freepik

Recent Posts

See All