Kecerdasan Anak SA Yang Berbeda

Updated: May 6, 2020




Banyak orang beranggapan bahwa anak SA juga mengalami keterbelakangan mental. Kenapa begitu? Soalnya, ketika mereka diminta untuk mengerjakan tes kecerdasan alias tes IQ, skornya bisa sangat rendah. Padahal… tidak semua anak SA mempunyai keterbatasan intelektual. Sebaliknya, justru tak sedikit di antara mereka yang punya keunggulan di bidang-bidang tertentu. Hanya saja, kemampuan itu tidak bisa dideteksi oleh tes IQ yang standar. 


Anak SA non-verbal (mengalami hambatan dalam berkomunikasi) yang menunjukkan tingkah laku agresif, kerap kali dinilai terbelakang. Begitu pun yang dialami oleh Sue Ruben, yang pengalamannya tertuang dalam buku Autism and the Myth of the Person Alone karya Douglas Biklen. Karena tubuhnya yang tidak tinggi, karakter wajah yang mirip dengan penyandang down syndrome, dan sering mengucapkan suara-suara tak bermakna, orang jadi kerap menarik kesimpulan yang salah mengenai kemampuan Sue.


Ketika ia belum menemukan cara untuk mengekspresikan diri, hasil tes IQ mengungkap bahwa kemampuan mentalnya sama seperti anak berusia 2,5 tahun. Tetapi, setelah ia belajar berkomunikasi dengan menunjuk huruf-huruf dan akhirnya bisa mengetik, evaluasi ulang menunjukkan hasil yang sangat bertolak belakang. Nyatanya, tingkat kecerdasan Sue berada pada taraf superior. Ia menilai, anggapan orang yang salah itu dirasakan olehnya sebagai lubang yang amat susah dipanjat, sehingga ia sulit menunjukkan kepada dunia tentang kecerdasan dan kemampuan dia yang sesungguhnya. 


Lucy Blackman, yang baru bisa berkomunikasi dengan bantuan papan ketik pada usia 14 tahun, menceritakan pengalaman berbeda. Lucy yang juga diwawancara oleh Douglas menyebutkan, penilaian terhadap ketidakmampuan pada anak SA sering kali hanya terbatas pada kemampuan berbicara dan gerakan-gerakan yang dianggap tidak biasa. Padahal, ketidakmampuan anak dalam merespons dengan benar umumnya bukan disebabkan oleh ketidakmampuan kognitif, melainkan kesulitan dalam mengoordinasi dan mengatur gerakan.


Jadi, walaupun anak SA mengalami hambatan dalam berkomunikasi dan interaksi sosial, hal itu tidak selalu berarti bahwa mereka bodoh atau low functioning. Banyak kemampuan yang tidak dapat diukur oleh tes kecerdasan standar dan tidak menjadi fokus pendidikan akademik di sekolah. Karena berpikir secara visual, banyak anak SA yang sangat jago menggambar, bekerja dengan program komputer, dan mencapai skor yang tinggi pada tes persepsi visual. Bidang lain yang menonjol pada anak SA, antara lain matematika, musik, dan bahasa. Sebagian anak SA bahkan memiliki kemampuan savant, yaitu kemampuan super pada bidang tertentu yang bukan merupakan proses belajar.



Foto: Freepik


Recent Posts

See All