Belanja di Supermarket Bareng Anak? Ini Caranya

Supermarket bisa menjadi tempat yang menantang, jika Anda mengajak anak SA. Soalnya, dia bisa melihat jajaran makanan yang jadi pantangannya, mulai dari deretan permen cokelat berbagai warna sampai berbagai jenis roti. Selain itu, ada tipe supermarket yang sangat besar dengan lorong-lorong panjang yang memancing anak untuk lari ke sana kemari. Ditambah lagi, supermarket cenderung bising dan ramai orang.



Namun, pada satu titik Anda perlu mengajari anak untuk belanja di supermarket, karena ini merupakan life skill penting untuk menggandengnya menuju kemandirian. Ini hal penting yang perlu Anda perhatikan:


1. Jelaskan aturannya

Ungkapkan perilaku seperti apa yang Anda inginkan dari anak. Misalnya, tidak boleh jauh-jauh dari Anda, tidak boleh lari-lari di supermarket atau di area parkir, tidak boleh memegang benda-benda di rak, tidak boleh tertawa-tawa dan berteriak. Jelaskan cara aman yang Anda inginkan agar ia tidak menghilang di supermarket. Contohnya, selalu berdiri di sebelah Anda atau pasangan dan selalu menggenggam pegangan kereta belanja.


Setiap kali Anda menerangkan sebuah larangan atau keharusan, jangan lupa tambahkan dengan alasan sehingga anak bisa mengerti. Tidak boleh lari-lari di lorong karena bisa menabrak orang lain atau menabrak benda yang dipajang sehingga jatuh dan pecah. Akibatnya, anak juga akan terjatuh dan merasa sakit.


2. Buat daftar belanja

Karena Anda belanja bersama anak SA yang rata-rata sangat visual, buatlah daftar belanja yang fun dengan gambar atau sticker benda yang akan dibeli. Sebelum ke supermarket, tunjukkan daftar belanja tersebut. Bilang padanya bahwa Anda perlu bantuan dia untuk memegang dan mengecek daftar belanja tersebut selama di supermarket. Dengan begitu, dia akan merasa terlibat dalam kegiatan belanja dan (mudah-mudahan) tidak jadi mudah bosan.


Kalau barang yang Anda beli termasuk aman untuk dipegangnya, misalnya sayuran dan buah, atau perlengkapan mandi, Anda bisa mengizinkan anak untuk bantu mengambilkan dan meletakkannya di kereta belanja.


3. Bawa benda kesukaannya

Langkah ini merupakan antisipasi seandainya dia merasa bosan berat di supermarket, apalagi jika harus mengantre panjang di kasir, sehingga mulai menunjukkan perilaku yang mengganggu. Asalkan bukan mainan yang terlalu besar sehingga repot membawanya, bawakan dia mainan atau camilan kegemarannya di tas Anda. Simpan benda itu sebagai senjata dan baru keluarkan saat Anda memerlukannya. Misalnya, ketika ia mulai tampak bosan dan sulit diberi pengertian, berikan benda tersebut untuk mengalihkan fokusnya.


4. Jangan belanja terlalu lama

Okay, Anda mungkin memang perlu waktu untuk memilih bahan makanan yang masih segar dan bentuknya bagus, tapi jangan berlama-lama sampai anak jadi kehilangan kesabaran. Ditambah lagi, daftar belanja Anda panjang luar biasa. Di masa-masa awal mengajak anak ke supermarket, perkirakan Anda hanya akan belanja paling lama 10 menit saja. Jadi, daftar belanjanya pun disesuaikan. Selama belanja, Anda bisa mengamati perilaku anak.


Jika dia mulai terbiasa dengan suasana supermarket dan dengan kebiasaan Anda belanja, acara belanja bisa sedikit diperpanjang menjadi 15 menit. Anda juga bisa berganti-ganti supermarket untuk memberikan suasana yang berbeda kepada anak. Siapa tahu ada supermarket yang membuatnya lebih nyaman.


5. Beri reward

Saat anak Anda mampu menjaga sikap selama di supermarket, beri dia reward. Selain berupa pujian, perbolehkan dia membeli satu benda yang sangat dia inginkan, misalnya mainan mobil-mobilan kecil atau mainan masak-masakan, atau makanan yang boleh ia santap. Alternatif reward lain, Anda menambahkan waktu bermainnya di rumah.



Foto: Pexels

Recent Posts

See All