Bantu Anak Anda Berteman

Updated: May 6, 2020



Q:

Meski bisa belajar di sekolah umum dan mengikuti kegiatan akademik, anak saya tidak punya teman di sekolah. Di lingkungan perumahan juga demikian. Kalau ia mendekati sekumpulan anak yang sedang bermain, mereka langsung pergi. Bahkan, oleh kelompok anak yang lain, ia terang-terangan diusir karena dinilai aneh. Saya sedih sekali. Mungkinkah saya membantu dia mendapatkan teman?


A:

Anak SA memang memiliki tantangan sangat besar dalam menjalin pertemanan. Karena itu, diperlukan campur tangan dari orang tua maupun guru. Mereka akan lebih cepat memahami situasi sosial dan menguasai keterampilan untuk bergaul, jika diberi banyak kesempatan untuk berinteraksi. Sering-seringlah mengajak dia untuk mengobrol, misalnya soal kegiatan sekolahnya di hari itu, apa saja yang ia pelajari, apa yang ia lakukan saat jam istirahat, dan menu apa yang ia beli saat makan siang. Obrolkan juga soal topik yang ia sukai. Kegiatan ini akan melatih dia mengobrol dua arah, bukan hanya menerima instruksi.

Ajaklah dia berdiskusi tentang apa yang dilakukan temannya di kelas dan bagaimana ia merespons tingkah laku temannya. Saat ini ajarkan tentang apa yang disebut dengan teman. Karena mereka kurang mampu memahami bahasa kiasan, gunakan bahasa sederhana. Misalnya, jelaskan bahwa teman adalah orang yang memperlakukan dia dengan baik, orang yang bersedia membantu dengan tulus, dan orang yang membela saat dia di-bully

Ajari anak tentang norma sosial dalam pergaulan, termasuk cara mengajak orang berteman. Misalnya, dekati dengan wajah tersenyum, ulurkan tangan, menyebutkan namanya sendiri, lalu bertanya, “Nama kamu siapa?” Jangan lupa ajarkan bagaimana cara merespons kembali, jika teman yang diajak berkenalan bereaksi negatif. 


Karena sebagian anak SA merupakan anak visual, Anda bisa membantu dengan gambar-gambar sederhana. Misalnya, gambarlah sebuah tangga dan di setiap anak tangga tertulis pertanyaan. Di tangga pertama tertulis: “Nama kamu siapa?” Di anak tangga kedua bisa dituliskan: “Hobi kamu apa?”, dan seterusnya. Makin ke atas, pertanyaan jadi semakin dalam. Dengan bantuan gambar, biasanya anak SA akan lebih mudah memahami. 


Cara lain yang disarankan adalah mengundang beberapa anak sebaya untuk bermain di rumah, misalnya sepupu, tetangga, atau teman sekolah. Rencanakan apa yang akan mereka lakukan bersama. Sebaiknya pilih kegiatan yang disukai anak Anda, sehingga ia bisa terlibat di dalamnya. Misalnya, main table game, nonton film, dan membaca buku. Jangan lupa, sediakan camilan yang enak agar teman-temannya merasa betah. Batasi pertemuan maksimal 1 atau 2 jam saja, supaya mereka tidak menjadi bosan. Lakukan playdate ini secara rutin, 1 atau 2 kali sebulan di akhir minggu.



Foto: Pixabay


Recent Posts

See All