5 Pesohor Dunia Yang Diduga Tergolong SA

Autisme sebetulnya bukan hal yang baru. Hanya saja, awareness soal autisme semakin bergaung karena penelitian seputar gangguan tersebut semakin banyak, plus makin banyak public figure yang terbuka soal kondisi mereka atau dialami orang terdekatnya. Puluhan tahun lalu, bahkan di abad sebelumnya, ada pula orang yang tergolong kelompok SA, termasuk para pesohor di dunia. Mereka memang tidak didiagnosis berdasarkan tes, melainkan dianalisis berdasarkan buku harian dan catatan yang dibuat oleh orang lain.




Dari begitu banyak pesohor yang diduga SA, 5 di antaranya adalah:


Charles Darwin

Psikiater dari Trinity College yang bernama Michael Fitzgerald menerbitkan tulisan yang mengungkap bahwa Darwin tergolong individu Asperger. Kesimpulan tersebut ia ambil dari berbagai catatan yang menyebutkan bahwa di masa kecilnya Darwin terbilang sangat pendiam dan penyendiri. Ia tidak nyaman berinteraksi dengan orang lain, sehingga sebisa mungkin menghindari interaksi. Namun, ia menemukan cara lain untuk berkomunikasi, yaitu dengan menulis surat. Meski minatnya sangat terpusat pada sains, terutama kimia, ia merupakan pemikir yang sangat visual.


Emily Dickinson

Akademisi Julie Brown, penulis buku Writers on the Spectrum: How Autism and Asperger’s Syndrome Have Influenced Literary Writing, meyakini bahwa Emily Dickinson termasuk dalam kelompok SA. Pujangga yang penyendiri ini menulis puisi yang isinya dinilai sangat tidak biasa pada masanya. Ia juga punya kebiasaan unik, yaitu hampir selalu mengenakan baju berwarna putih. Di sisi lain, Lyndall Gordon, penulis biografi Dickinson, menyebutkan bahwa Dickinson lebih suka menyendiri karena punya gangguan epilepsi. Namun, para ahli medis menyebutkan bahwa individu SA memang punya kemungkinan lebih tinggi untuk mengidap epilepsi dibanding individu non-SA.


Albert Einstein

Ilmuwan yang dinilai paling terkenal di dunia ini menampakkan beberapa ciri SA. Misalnya, ketika masih anak-anak, ia mengalami keterlambatan bicara yang cukup parah, kemudian diikuti oleh ekolalia, yaitu mengulang-ulang kata atau kalimat untuk dirinya sendiri. Di samping itu, ia pun mengalami masalah dalam hal sosialisasi, terutama ketika menginjak masa dewasa.


Michelangelo

Seniman ternama ini punya minat yang spesifik (seni lukis dan seni pahat), emosi yang mudah sekali berubah, menjalani rutinitas dengan sangat ketat, serta memiliki keterampilan sosial yang sangat rendah. Beberapa catatan soal ciri tersebut dianalisis oleh peneliti dan dinilai sesuai dengan ciri autistik yang tergolong high functioning. Dugaan soal gangguan yang dialami oleh Michelangelo ini diungkapkan oleh Dr. Muhammad Arshad dalam Royal Society of Medicine’s Journal of Medical Biography.


Henry Cavendish

Ilmuwan sekaligus filsuf ini dikenal karena menemukan hidrogen. Dianggap sulit bersosialisasi, selain menghadiri pertemuan mingguan Royal Society Club, Cavendish selalu berusaha untuk mengelak dari pertemuan sosial dan menghindari kontak mata. Ia berkomunikasi dengan para asisten rumah tangganya dengan cara menulis. Misalnya, ketika lapar, ia meminta makanan dengan cara menempelkan catatan di meja. Dia dikabarkan juga menambahkan tangga khusus di bagian belakang rumah agar tidak bertemu dengan orang-orang yang bekerja di rumahnya.



Foto: biography.com

Recent Posts

See All