5 Kegiatan Seru di Dapur

Banyak anak dan remaja SA yang menyukai kegiatan di dapur dan akhirnya bisa membuat camilan sendiri ketika merasa lapar. Tak hanya meningkatkan kemampuan motorik halus, sejumlah kegiatan di dapur juga bisa menambah nafsu makan karena ia mengenali makanan yang dibuatnya, sekaligus juga meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian. Jika Anda baru akan memperkenalkan berbagai kegiatan dapur kepada anak, mulailah dengan aktivitas yang tidak berbahaya. Artinya, jauhkan dia dari api dan sumber panas lain, dan benda-benda tajam, seperti pisau dan parutan.



Ini 5 kegiatan yang bisa mengawali kesenangan anak nguplek di dapur:


1. Memetik sayuran

Cukup banyak sayuran yang bisa ‘dipotong’ tanpa pisau. Contohnya, memetik bayam dan kemangi yang batangnya cenderung kecil dan muda, ‘memetik’ kacang panjang (tepatnya mematah-matahkan dengan jari), memetik ekor tauge, dan melepaskan helai-helai sawi putih, kol, atau daun selada dari bonggolnya. Ada pula beberapa daun herbal yang akan mudah dipetiknya, misalnya daun salam dan daun mint. Aromanya juga tidak tajam, sehingga tidak terlalu mengganggu indra penciuman. Kegiatan dengan sayuran ini akan memperkenalkan anak pada macam-macam sayuran, yang sangat berguna bagi kesehatannya.


2. Mengupas

Bagi anak-anak SA yang sangat cermat dan teliti, mengupas hingga benar-benar bersih akan membuatnya happy. Ajari anak mengupas bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay, misalnya. Anda potong dulu bonggolnya, lalu biarkan dia mengupas helai demi helai kulit luar bawang dengan jari. Namun, pastikan anak Anda tidak terganggu oleh aroma bawang, ya. Anak juga bisa belajar mengupas udang atau mengupas telur puyuh untuk dibuat sambal goreng. Mengupas kentang kukus juga bisa dilakukan, asal jangan ketika masih panas. Pasti dia akan menghilangkan kulit-kulit itu dengan sangat cermat sampai benar-benar bersih.


3. Mengukur bahan

Ini cara seru untuk sekaligus belajar matematika. Kalau Anda sedang membuat kue, ajarkan dia untuk mengukur bahan-bahan, seperti beragam tepung, susu bubuk, dan gula. Pengukuran itu bisa dilakukan dengan timbangan, bisa juga dengan sendok dan gelas ukur. Jika mengukur tepung dengan sendok ukur, ajarkan cara mengukur yang benar. Misalnya, apakah 2 sendok makan munjung atau rata. Pastikan cari resep yang fleksibel, sehingga kalau ukurannya sedikit meleset, hasilnya tidak gagal total. Untuk masakan harian pun, anak bisa dilibatkan. Contohnya, mengukur 3 sendok teh garam, 1 sendok teh bawang putih bubuk, dan seterusnya.


4. Mengaduk adonan

Mengaduk-aduk sesuatu merupakan kegiatan yang seru bagi anak SA. Untuk awal-awal, Beri dia tugas mengaduk adonan yang tidak berisiko menyebabkan kegagalan masakan atau makanan. Misalnya, mengaduk terigu untuk membuat pisang goreng atau tempe mendoan, adonan bakwan jagung, dan adonan pancake. Gunakan mangkuk atau wadah yang besar, agar adonannya tidak terlalu banyak yang tumpah. Hindari penggunaan peralatan (mangkuk, sendok, garpu) yang terbuat dari logam, yang bunyinya bisa menyebabkan anak merasa terganggu.


5. Menata makanan

Setelah makanan matang, ajak anak menyusun makanan tersebut. Entah di piring saji, entah di piring masing-masing. Misalnya, menyusun tiga buah pancake di setiap piring, menata bakwan dan mendoan di piring saji, menyusun sayuran untuk lalapan, dan meletakkan cookies di toples. Atau, yang sedikit lebih advanced, anak bisa membantu menyendokkan kolak atau es buah ke dalam mangkuk-mangkuk kecil. Kegiatan ini cocok banget untuk anak yang senang menyusun-nyusun barang dan menyukai keteraturan.



Foto: Pexels

Recent Posts

See All