

Dibentuk pada 1995, awalnya Autism Thai merupakan sekumpulan kurang dari 10 keluarga yang anaknya menghadapi masalah serupa. Dari kegiatan kumpul santai, pertemuan berubah menjadi lebih intensif dan serius. Sama seperti organisasi lain, di awal perjalanannya mereka juga mendapat tantangan. Antara lain, pengetahuan dan pemahaman yang terbatas tentang autisme, jumlah pakar yang terbatas, hukum yang berlaku saat itu berbasis welas asih dan bukan hak, serta kurangnya pemahaman pemerintah tentang komunitas ABK.
Namun, organisasi ini tak menyerah. Di samping menjalin kolaborasi dengan organisasi lain serupa untuk mencapai tujuan yang sama, Autism Thai berpartisipasi aktif dalam membuat rancangan undang-undang dan mendorong disahkannya undang-undang baru tentang ABK yang berbasis hak. Karena sepak terjangnya itu, Autism Thai diakui oleh hukum sebagai salah satu dari tujuh National Person With Disabilities Associations.
Yang menarik, mereka juga membangun Art Story by Autistic Thai, sebentuk kewirausahaan sosial beranggotakan individu SA yang memproduksi benda fashion. Produk fashion mereka sudah masuk ke sejumlah department store ternama. Pesanan produk yang membanjir dibuat di Autistic Thai Vocational Training Center. Usaha ini diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan yang nyata, sekaligus meningkatkan kualitas hidup individu SA.
